Lucu dan imut, itulah kesan pertama kali saat saya melihat anak maleo yang baru menetas. Namun hal yang lebih mengesankan dan membuat saya terkagum-kagum adalah saat melihat proses si anak maleo keluar dari dalam tanah setelah melewati masa “pengeraman”. Rasa kagum itu semakin bertambah begitu melihat si anak maleo yang baru saja mencapai permukaan tanah tersebut ternyata sudah bisa terbang. Ya, terbang. Tak seperti layaknya anak unggas pada umumnya yang butuh waktu berminggu-minggu untuk bisa terbang. Begitulah keistimewaan anak maleo.

Namun siapa sangka, di balik kelucuan dan istimewaannya, si anak maleo ternyata memikul beban yang begitu berat nyaris setelah ditetaskan. Tanpa kehadiran sang induk saat matanya pertama kali melihat dunia ini, tanpa bimbingan sang induk untuk mencari makan dan terbang, tanpa perlindungan sang induk di saat bahaya menghampiri, bahkan, untuk keluar dari cangkang dan muncul ke permukaan bumi ini pun mereka harus berjuang sendiri.

Tak jarang diantara mereka dijumpai mati saat dalam “perjalanan” mencapai permukaan tanah, terkadang mereka dijumpai dengan kepala yang sudah nongol di permukaan tanah, tapi sudah mati dikerumuni semut. Terkadang pula mereka dijumpai berhasil mencapai permukaan tanah namun sudah tanpa kepala di badan. Paling tidak, begitulah sedikit gambaran penderitaan dan perjuangan yang harus dilalui oleh anak maleo.

Postingan kali ini, saya akan coba memberikan sedikit gambaran “perjuangan” si anak maleo mulai dari telur hingga menjadi anak maleo yang siap bertarung dalam ganasnya kehidupan di muka bumi ini. Continue Reading »

Keunikan Maleo

From Nature of Sul…

Jika rupa Maleo tampak seperti Ayam, lantas apa keistimewaannya? Adakah Maleo memiliki keunikan?

Tentu saja. Meskipun tubuhnya hanya tampak seperti ayam, namun maleo memiliki keunikan yang tentunya tidak dimiliki oleh satwa lainnya (dalam bangsa burung-burungan). Continue Reading »

Sejenis makanan kah? Minuman? atau … Barang elektronik?

Ternyata bukan saudara-saudara…

Maleo adalah salah satu jenis burung dari Pulau Sulawesi. Maleo hanya hidup secara alami di pulau Sulawesi atau para ahli mengistilahkannya dengan endemik.

Maleo yang dalam nama ilmiahnya di kenal dengan Macrocephalon maleo termasuk dalam keluarga Megapodidae (Megapoda = kaki besar) , sementara Macrocephalon itu sendiri berarti kepala besar.

Lantas di mana kita dapat menjumpai maleo?

Seperti telah di sebutkan di atas Maleo hanya dapat kita jumpai di Pulau Sulawesi. Sedangkan di Sulawesi sendiri maleo hanya dapat dijumpai di Sulawesi bagian Utara (termasuk Gorontalo), Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

Bagaimana rupa burung Maleo?

Jika diperhatikan ukuran tubuh Maleo sedikit lebih besar dari Ayam dewasa. Maleo memiliki tonjolan di atas kepala (seperti konde) dan konon katanya berkat tonjolannya tersebut Maleo dapat mendeteksi panas bumi untuk menetaskan telurnya.

From Nature of Sul…

Untuk lebih jelasnya, bagaimana rupa burung Maleo? perhatikan saja gambarnya di atas.

Konon lagi katanya, Maleo adalah satwa yang setiap pada pasangannya lho.

Tapi benarkah demikian ? Nah untuk urusan yang satu ini sepertinya kita masih perlu penelitian lebih lanjut.

Anda berminat untuk membuktikannya?


  • RSS burungsulawesi.web.id

    • Bird Quiz November 5, 2009
      Just for fun! Adakah yang tau jenis burung apakah yang ada di dalam foto di bawah ini? Sedikit bantuan informasi: Ukuran tubuh kecil, licah, di shot di kota… Related Posts:Common KingfisherRhyticeros cassidix (Rangkong)Sula Pitta (Pitta dohertyi)Kingfisher ParadiseTanjung Binerean: A Promising Maleo Conservation Site
      Burung Sulawesi
    • Kingfisher Paradise October 21, 2009
      Tangkoka forest reserve (or is it National Park?) at the Northern tip of Minhassa region in Sulawesi is an incredible place for Kingfishers. I saw 9 different species in 3 days. This one is a bird of the forest. Very approachable as it sits motionless waiting for a prey. It was difficult to get shots [...]
      Burung Sulawesi
    • Sula Pitta (Pitta dohertyi) October 19, 2009
      Sula Pitta (Pitta dohertyi) Photo by Filip Verbelen Kembali Filipe Verbelen, pengamat burung dan juga photographer asal Belgia mempersembahkan karya foronya untuk kepentingan ilmu perburungan. Pada tanggal 16 Oktober 2009, Filip dengan senang hati telah berbagi dengan para pemerhati dan pencinta burung khusunya burung-burung Oriental dengan memposting foto d […]
      Burung Sulawesi
    • Banggai Crow (Corvus unicolor) October 16, 2009
      Konfirmasi akan keberadaan satu jenis burung yang paling di cari (baca Rare Birds) dari Sulawesi, Banggai Crow Corvus unicolor, dipublikasikan pada tanggal 13 Oktober kemarin. Jenis yang hanya diketahui dari dua specimen yang dikoleksi sekitar 109 tahun yang lalu itu, kini ketambahan dua specimen baru lagi yang telah di secured oleh dua ilmuan dari Indonesia […]
      Burung Sulawesi
    • Daftar Burung Indonesia October 15, 2009
      ” Daftar Burung Indonesia” : sebuah postingan yang hilang. Pengunjung setia Burung Sulawesi, anda mungkin masih ingat bahwa di sini (di www.burungsulawesi.web.id) kira-kira pada bulan April tahun lalu, saya pernah memposting tulisan yang berjudul “Daftar Burung Indonesia”. Namun karena keteledoran saya, tulisan itu hilang bersama post […]
      Burung Sulawesi
    • Rare Birds Yearbook 2009 October 13, 2009
      Pada awal tahun 2009, Birdlife International sebagai pemegang kewenangan terhadap IUCN Red  list untuk jenis-jenis burung, telah meluncurkan seri buku terbaru mereka yang di beri nama “Rare Birds Yearbook 2009″. Buku ini merupakan pembaruan dari seri buku yang sama Rare Birds Yearbook 2008, yang mengulas secara detail 190 jenis burung Kritis (Cri […]
      Burung Sulawesi