Pengunjung setia Maleo,

Diinformasikan bahwa, saat ini blog maleo sudah resmi bergabung dengan induk semangnya, Burung Sulawesi. Jadi mulai saat ini, pembaca setia maleo bisa mengupdate informasi terbaru di rumah barunya di http://maleo.burungsulawesi.web.id/maleo/

So, langsung saja meluncur. Kami tunggu saran dan kritik anda di sana.

Salam Maleo

Lucu dan imut, itulah kesan pertama kali saat saya melihat anak maleo yang baru menetas. Namun hal yang lebih mengesankan dan membuat saya terkagum-kagum adalah saat melihat proses si anak maleo keluar dari dalam tanah setelah melewati masa “pengeraman”. Rasa kagum itu semakin bertambah begitu melihat si anak maleo yang baru saja mencapai permukaan tanah tersebut ternyata sudah bisa terbang. Ya, terbang. Tak seperti layaknya anak unggas pada umumnya yang butuh waktu berminggu-minggu untuk bisa terbang. Begitulah keistimewaan anak maleo.

Namun siapa sangka, di balik kelucuan dan istimewaannya, si anak maleo ternyata memikul beban yang begitu berat nyaris setelah ditetaskan. Tanpa kehadiran sang induk saat matanya pertama kali melihat dunia ini, tanpa bimbingan sang induk untuk mencari makan dan terbang, tanpa perlindungan sang induk di saat bahaya menghampiri, bahkan, untuk keluar dari cangkang dan muncul ke permukaan bumi ini pun mereka harus berjuang sendiri.

Tak jarang diantara mereka dijumpai mati saat dalam “perjalanan” mencapai permukaan tanah, terkadang mereka dijumpai dengan kepala yang sudah nongol di permukaan tanah, tapi sudah mati dikerumuni semut. Terkadang pula mereka dijumpai berhasil mencapai permukaan tanah namun sudah tanpa kepala di badan. Paling tidak, begitulah sedikit gambaran penderitaan dan perjuangan yang harus dilalui oleh anak maleo.

Postingan kali ini, saya akan coba memberikan sedikit gambaran “perjuangan” si anak maleo mulai dari telur hingga menjadi anak maleo yang siap bertarung dalam ganasnya kehidupan di muka bumi ini. Continue Reading »

From Nature of Sul…

Jika rupa Maleo tampak seperti Ayam, lantas apa keistimewaannya? Adakah Maleo memiliki keunikan?

Tentu saja. Meskipun tubuhnya hanya tampak seperti ayam, namun maleo memiliki keunikan yang tentunya tidak dimiliki oleh satwa lainnya (dalam bangsa burung-burungan). Continue Reading »

Sejenis makanan kah? Minuman? atau … Barang elektronik?

Ternyata bukan saudara-saudara…

Maleo adalah salah satu jenis burung dari Pulau Sulawesi. Maleo hanya hidup secara alami di pulau Sulawesi atau para ahli mengistilahkannya dengan endemik.

Maleo yang dalam nama ilmiahnya di kenal dengan Macrocephalon maleo termasuk dalam keluarga Megapodidae (Megapoda = kaki besar) , sementara Macrocephalon itu sendiri berarti kepala besar.

Lantas di mana kita dapat menjumpai maleo?

Seperti telah di sebutkan di atas Maleo hanya dapat kita jumpai di Pulau Sulawesi. Sedangkan di Sulawesi sendiri maleo hanya dapat dijumpai di Sulawesi bagian Utara (termasuk Gorontalo), Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

Bagaimana rupa burung Maleo?

Jika diperhatikan ukuran tubuh Maleo sedikit lebih besar dari Ayam dewasa. Maleo memiliki tonjolan di atas kepala (seperti konde) dan konon katanya berkat tonjolannya tersebut Maleo dapat mendeteksi panas bumi untuk menetaskan telurnya.

From Nature of Sul…

Untuk lebih jelasnya, bagaimana rupa burung Maleo? perhatikan saja gambarnya di atas.

Konon lagi katanya, Maleo adalah satwa yang setiap pada pasangannya lho.

Tapi benarkah demikian ? Nah untuk urusan yang satu ini sepertinya kita masih perlu penelitian lebih lanjut.

Anda berminat untuk membuktikannya?



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.