Keunikan Maleo

From Nature of Sul…

Jika rupa Maleo tampak seperti Ayam, lantas apa keistimewaannya? Adakah Maleo memiliki keunikan?

Tentu saja. Meskipun tubuhnya hanya tampak seperti ayam, namun maleo memiliki keunikan yang tentunya tidak dimiliki oleh satwa lainnya (dalam bangsa burung-burungan).

Pertama, Maleo memiliki tonjolan dikepala, yang di duga mereka pakai untuk mendeteksi panas bumi yang sesuai untuk menetaskan telurnya (Meskipun hal ini masih memerlukan pembuktian secara ilmiah). Pada saat masih anak dan remaja, tonjolan di kepala ini belum muncul, namun pada saat menginjak dewasa tonjolan inipun mulai tampak.

Kedua, layaknya bangsa burung-burungan, Maleo memproduksi telur sebagai bakal calon anak. Namun uniknya ukuran telur maleo tidak seperti layaknya ukuran telur ayam. Maleo memiliki ukuran telur yang besar, mencapai 5 kali lebih besar dari telur ayam. Beratnya pun mencapai 17% dari berat tubuh sang betina (rata-rata 232 gr). Masih soal telur, dari ukuran telur sebesar itu dihasilkan kuning telur yang mencapai 67% dari total isi telur. Yang lebih unik lagi, telur-telur tersebut tidak dierami oleh induknya hingga menetas. Pengeraman telur dibantu oleh panas bumi atau oleh panas sinar matahari.

From Nature of Sul…

Ketiga, karena tidak dierami, sehingga anak maleo yang telah berhasil ditetaskan harus berjuang sendiri keluar dari dalam tanah sedalam kurang lebih 50cm (bahkan ada yang mencapai 1 m). Tidak berhenti sampai disitu, sang anak yang baru saja mencapai permukaan tanah sudah memiliki kemampuan untuk terbang dan mencari makan sendiri (tanpa asuhan sang induk). Namun sayang, kemampuan untuk bertahan hidup yang sudah mereka punyai ternyata belum cukup untuk menghindarkan mereka dari sergapan predator alaminya (termasuk biawak, elang, dan ular).

Sungguh disayangkan, jika hal ini akan terjadi pada sebagian besar anak-anak meleo.

Anda mau membantu mereka?


  1. thebigant

    Rupa so banya ini ente pe blog ….šŸ˜›
    Dapa lia so asyik ngebloging ini dia kang?
    Hekhekhekhekhek ….

  2. Cuma caba-coba, tapi terencana:)

  3. jon

    ha!

    maleo rule!

  4. iya, coba-coba dan sukses. postingannya di kencengin pak…apa lagi nampilin foto2 maleo dan sekitarnya dari jepretan paklik (bapak cilik) sendiri….
    dulu, kakakku yang di palu, sulteng, sering bikin bolu pake telor maleo. duluuuuu lo. sekarang sudah tobat…

  5. ida

    maleo harus di lestarikan demi anak cucu, kan ga’ lucu kalo nantinya cucu2 kita g’ bisa liat makhluk aslinya cuma bs mengamati gambarnya doang walau sebetulnya aku belu, pernah liat aslinya (lewat gambar doang he..he..). lagian maleo juga makhluk Tuhan yang punya hak untuk berkembang biak dan menghuni alam ini seperti kita manusia. bener nggak?????itu menurutku

  6. Betul apa kata Mbak Ida. Maleo hanyalah satu dari beberapa jenis satwa yang terancam kepunahan yang dimiliki Indonesia. So mari kita lestarikan untuk anak cucu kita.
    Kapan-kapan kalo ke Sulawesi, mampirkan ke tempat kami untuk melihat maleo di habitat aslinya.

  7. ine

    Tadinya saya kira gak jauh beda dengan ayam, sebab dari tampilannya saja masih bisa lebih menarik ayam…
    Ternyata…. banyak juga kelebihan dan keunikan si maleo itu ya…
    Ok, tks banyak infonya, mudah2an bisa membuat kita lebih hirau dan menjaga keberadaannya.

  8. herry mantiri

    burung maleo harus di lestarikan di tempat2 lain seperti di sulut

  9. cholid mudzakky

    Maleo harus diselamatkan demi anak-anak kita, karena Maleo warisan Indonesia yang harus kita lestarikan

  10. saya org lama di maleo,tp org baru di site maleo,Maxcrocephalon male^o.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


  • RSS Burung Sulawesi

    • ā€œKonferensi Nasional Peneliti dan Pemerhati Burung di Indonesiaā€ January 8, 2015
      Divisi Ekologi Manajemen dan Satwa Liar, Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, bekerja sama dengan Burung Indonesia, Pusat Penelitian Biologi-LIPI, Asian Raptor Research and Conservation Network (ARRCN), Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Indonesian Ornithologistsā€™ Union, Depar […]
      admin
    • Burung Sulawesi goes to Mall December 5, 2014
      Atas inisiasi dari teman-teman F/21, Burung Sulawesi ikut berpameran foto berdampingan dengan Macaca Nigra Porject di salah satu Mall di Manado. Unik memang, karena biasanya tempat keramaian seperti Mall lebih sering dihiasi oleh foto-foto panorama nan indah atau foto-foto para model yang cantik, tapi kali ini ruangan Manado Town Square (Mantos) 1 di hiasi o […]
      admin
    • Pengamatan singkat di Hutan Lindung Gunung Sesean, Tana Toraja January 14, 2013
      Liburan panjang di bulan Desember dimanfaatkan banyak orang untuk berlibur ke kampung halaman. Saya pun di musim liburan ini bertolak ke Tana Toraja untuk liburan, mengunjungi sanak keluarga sekaligus merencanakan pengamatan burung disana. Peralatan pendukung seperti: Kamera + lensa Telezoom, binocular, GPS, buku catatan, buku Panduan Lapangan (field guide), […]
      admin
    • Cangak Merah di Kampus UNSRAT October 10, 2012
      Selama bulan Juni ā€“ Agustus 2012,Ā  kampus UNSRAT dikunjungi oleh Cangak Merah (Ardea purpurea manilensis). Burung ini kerap datang di sekitar kolam, memantau dan memangsa ikan. Cangak merah atau Purple Heron adalah jenis burung dalam keluarga Ardeidae. Panjang tubuh mencapai 95 cm. Burung ini umum di jumpai di lahan basah, sawah tergenang, dan kawasan mangro […]
      ariefrahman
    • Mengamati Burung di Lingkungan Kampus October 10, 2012
      Ketika berada di ligkungan perkotaan, mugkin kehadiran burung tidak terlalu kita perdulikan. Tetapi tidak begitu bagi Tim Pengamat Burung di Kampus UNSRAT (Universitas Sam Ratulangi Manado). Tim ini adalah para mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kepencintaalaman yang bernama Mapala Areca Vestiaria Fakultas Pertanian UNSRAT, dan mengamati burung adalah […]
      ariefrahman
    • Re-post: Blue-faced Rail (Gymnocrex rosembergii) in Kalawat October 9, 2012
      9 August 2010 at about 08 A.M., a Blue-faced Rail (Gymnocrex rosenbergii) was found in an open kitchen in the back yard of house. The kitchen is fenced with 3-5 m concrete wall. The floor is cemented. The bird seemed weak and was not responsive to physical approach. A number of pictures were taken including [ā€¦]
      admin

%d bloggers like this: